Sekelumit kisah pagi masih membekas dalam lamunan malam
semenjak waktu melarikan kisah
tak satu pun yang terlewatkan
tak ada ucap lirih
bahwa kau hadir di sana
menuang sari kehidupan di atas lembar goresan hidup
aku tak tahu waktu telah menelanku
aku terbuai waktu
dan tak menulis dalam catatan penaku
terusir kata karena aku yang terlambat mengejar kereta
lewat jembatan itu
yang terlupakan bahwa pagi itu
kau terlahir di dunia ini

"HAPPY BIRTHDAY TO YOU"

Buat Irna temen kul gw sekarang tanggal 31 Agustus 2007 merayakan ulang tahun. Gw tunggu apapun dari loe yang bikin buat gw seneng...misal...makan-makan gratis...ngisi pulsa gw....ngasih tiket bioskop 2 buah (tentunya buat nonton ma orang lain, bukan ma loe)....ngisi bensin si biru manis......ngerjain tugas untuk gw....he.....he....he....

Ini adalah hari-hari terakhir di bulan Agustus. Bulan yang penuh semangat. Bagi gw bulan ini memang bulan yang penuh dengan semangat, yakni semangat emosi jiwa. Wah….wah…….terlalu hiperbol ya? abiz ada kisah hidup gw di bulan ini yang memang bikin jiwa gw berontak seperti para tentara Indonesia yang dengan gigih dan emosinya untuk segera mengusir penjajah dari negeri tercinta ini. Ya sudah sekarang bukan untuk emosi-emosian, sekarang waktunya intropeksi diri, apa yang telah kita lakukan selama bulan ini. Kalau bisa di bilang besok kita akan malam lebaran bulan agustus, nah hari terakhir itu kita gunakan untuk intropeksi diri. key. Di akhir bulan ini gw juga telah menghabiskan jatah gw dalam mengikuti SP (semester pendek). Wah rasanya benar-benar plong, tapi yang bikin kesal tuh, kok gak ada libur kuliah bagi gw? Masak besok senin gw sudah njalani jadi mahasiswa semester tiga. Ya ampun gak ada libur Kuliah. Apalagi kayaknya mata kuliah semester ini berat-berat. Gw butuh refresing dulu donk. Ya nggak apa-apalah kan waktu harus digunakan sebaik-baiknya. Seperti sering masuk kuliah (tapi kok wakatu kuliah cuma ngerjain anak kecil dan parahnya lagi malah ngantuk bahkan tidur2an dan yang paling memalukan kalau kuliah sambil menyangga dagu terus dihiasi dengan keluarnya iler dan mulut megap-megap kayak ikan mas koki).

Oya hari ini ada yang lagi bahagia nich. tau nggak siapa dia. Ya dia Anick CayanK. Lengkapnya Anik Triwul eh maksudnya Anik Tri Wulandari. Sekarang dia lagi Ulang Tahun yang ke-19. Gw ucapin met ulang tahun ya.

Iringan dawai malam meninggikan harapan, sejauh kata kau lewatkan melalui asa, berlabuh menjadi delta kehidupan, bait malam luruh dalam keheningan fajar dan aku ucapkan :
met ulang tahun”

Ada puisi ni untuk loe:

"Sandarkan pada malam tentang puisi-puisi penyentuh jiwa
luapkan batin yang menyendiri dengan ungkapan sayang
alirkan rinai embun pada tepian fajar
menggugah sang peri untuk membangunkan mentari
hangatkan dunia dengan pijar yang merona
membelah angkasa dengan semburat tipisnya
mengejar waktu runtuhkan langit kelabu
meluas menjadi biru berarak awan putih
lepas penat jiwa yang terkekang oleh udara
patahkan dahan
dan tuliskan bait-bait nyawa pada ujungnya

hingga kau merasakan ada sejuk pelangi di hatimu""



Aku dan waktu

lonceng pagi menjagaku
menerbangkan kasat bulu mataku
setelah mengembara jauh menitik
garis sebuah untaian alam
menjaga lipatan sukma
yang mendekap dirimu begitu dekat
salahkah jika…
mengisi saudara waktu
kakak atau adiknya untuk bercengkerama
denganmu
melewati begitu saja
menemukan hal terindah menusuk sisi indah
kenyataan
dan bukan sekedar hayalan.


Inspirasi

aku belajar puisi darimu
walau kau tak pernah mengajariku
belajar dari cinta dan harapan
yang hingga kini aku belum
menggapainya darimu
sebait dua bait ku tuliskan
walau harus mencuri hak cipta
ku ambil dari lirik-lirik lagu
ku ambil dari puisi-puisi teman
namun Cuma sedikit
cuma untuk belajar
cuma sebesar kuku hitam
nggak lebih
sekarang aku sudah mandiri
aku bisa menulis puisi sendiri
dan semua itu belajar darimu
inspirasiku

Nonsens

ranum bibirmu
bagai selongsong peluru
memenuhi penjuru otakku
siap menghujamku kapan saja
menyeringai bersama binar parasmu
siap menghantuiku setiap waktu
aku sebenarnya suka realitas
namun aku justru serimg berangan
aku ingin angan itu nyata
menjadi kenyataan
menjadi harapan
menjadi pijakan
masa datang kita berdua
memeluk waktu bersama
tentunya
dalam dekapan asmara

Kuatnya lassomu

kau membawa lasso itu
tak sadar tanganmu mengikatkan ke hatiku
menjelma ikatan kuat
meruntuhkan tuba tuba kegelapan
menjalar dari titik pangkal
hingga ujung ke ujung
dan tak pantas jika kau menariknya lagi
karena hatiku sudah beku terjerat lasso hatimu
dan terbang membawa
dalam ingatan sajak hati

Aneh

seribu wajah menutup mataku
seribu tatap membuka pandangku
satu hati mengunci hatiku

Sang penyair

lebih dari itu
kau sisakan senyum pahit
berhambur seiring bintang bintang
menampakkan diri dengan seribu wajah
sejak pahit merajam rasa
kau tak boleh mengenal air mata
kau tak boleh memerah air mata
sehingga lambat laun kan jadi jerit batin
dan berharap menyadarkanmu
sampai saat kau letakkan
bulan bulan purnama di hati
menghiasi sekat sekat kepahitan
datanglah rasa nyaman
menemani alunan lirik hati
sang penyair hati

Cita sajak

coba ceritakan pada penyair-penyair itu, kapan mereka menulis sajak,
bagaimana, mengapa, dan untuk apa serta siapa sajak sajak itu mereka tulis
untuk kebahagiaankah atau hanya sebuah luapan kekecewaan
kepada siapa tulisan-tulisan itu terangkai di batu sajak, entah berapa lama sajak sajak itu hanya mengembara ke setiap lorong lorong waktu dan meninggalkan sukma sukma berlari menjauhi
mungkinkah semua itu hanya sekedar hiburan, hayalan, bualan, dan tak ada waktu untuk menjadi sebuah harapan

Kekal

rumput bertanya pada kabut
siapa memapah kedua bahunya
menjemput hidup berangsur mati
selaput langit mendengar melalui
lubang lubang tuli
bergejolak tanah terbakar perih
cahaya dari angkasa
seputar insting atau naluri
rasa itu terus memutar
belum terjawab apa menjadi tanya
sejalan titian waktu
dijumpai kekekalan hakiki
tidak fana
tidak pudar
tidak luntur
di tengah waktu beralun alun


Kering menanti jawab

kepada langit bumi berharap
akan datang hujan
tanah keringnya telah memahat
beratus ratus hari
lagi dan lagi
debu debu berterbangan seperti
wallet pulang ke sarang senja
kala itu
tak mudah temui setetes air
arungi laut hanya memerih rasa
bayu kepulkan laut
menjadi awan
biarkan hitam dan datang petir menggelegar
biarkan tanah menjadi sejuk
oleh guyurannya


DALAM HITUNGAN JAM

dalam hitungan jam semua bisa berubah

luruh dalam rintihan waktu yang singkat

memetamorfosiskan keadaan yang ada

bahkan menjadi kamuflase

kenyataan tak sepenuhnya menutupi

hanya sepenggal tawa akan terbesit

dalam hitungan jam semua bisa terjadi

kemungkinan kita akan bahagia

mungkin juga kita akan berduka

kemungkinan kita akan mati

mungkin juga akan mendapat keajaiban

dalam hitungan jam

misteri dunia dapat terungkap

dalam hitungan jam aku merintih sepi

tertuang dalam kabut sunyi

tenggelam dalam perasaan mati

hanya saja aku tak sadar

mengapa semua ini bisa terjadi



Dear "jelek"…………!!!!

Aiiiii lepyuuuu….dear….!

Sudah saatnya mentari menyembulkan sinarnya diantara ribuan dongeng embun pagi. Sudah saatnya aku berpijar seperti bintang yang tertelan malam. sudah saatnya mataku terbuka untuk menikmati cerah dunia di atas segala sepi dan kesendirianku.

Dear, apa yang kan kau katakan jika melihat sesosok di depanmu? Dan dia adalah aku dengan muka yang penuh pengharapan koreksi darimu. Apakah aku menyebalkan seperti monyet yang selalu mengikutimu untuk mendapatkan sesisir pisang goreng khas bali (emang khas bali ya?). Apakah aku seperti Nikolas Saputra yang terlebih dahulu di gencet Gilingan padi seribu kali dan di tumbuk halus pakai alu buyutku di tambah lagi di gamprat kereta api dengan kecepatan 250 km/jam. Kau pernah berkata sekarang kau tak suka dari pada puisi. Aku pun juga begitu, sekarang aku malas untuk membuat puisi. Tapi aku tetap senang untuk menghargai sebuah karya berupa puisi. Puisi mengajarkanku untuk terbuka terhadap apa yang aku alami. Dan mungkin kau belum pernah membaca puisi teromantisku. Coba simak baik-baik ya…!

Kau adalah Bidadari di balik pualam senja

Kau adalah galih kehidupanku

Mengitari langit biru dan tertawa bersama riuh ombak pantai

Kau adalah sekelumit pagi yang datang bersama desis embun

Dan kau adalah bintang yang bersinar di langit

Dan terbang bersama astronot seperti Neil Amstrong atau doraemon

Membawa bulan yang bisa ngomong dan Matahari yang bisa di diskon sampai 67,23%.

Kau adalah kail nelayan yang menangkap ikan yang sedang bercumbu di balik karang(lagi asik2 kok malah di ganggu, coba kamu yang di ganggu?)

Dan lihatlah seperti apa aku?

Aku seperti punguk yang merindukan rembulan

Melas!(seperti kodok yang tergencet sepatu roda di tengah alun-alun)

Cemberut(seperti cowok yang menahan kentut ketika apel malam minggu)

Bertekuk lutut(seperti Jojon yang takut di peluk gorilla raksasa)

Dan aku seperti halilintar yang tak pernah mengharapkan datang hujan( gak nyambung dodol)

Seperti kelabu di suatu senja kau menangis (pakai bahasa Indonesia dengan baik dan benar donk)

Tak kau sadari betapa aku mengharapkan bintang keabadian

Dan aku belum juga menemukannya.

Aku ingat masa lalu ketika di sebuah senja yang datang bersama merah marunnya (eh belum dink cz mentari masih bersinar cerah, tapi lupa ah..)

Di sebuah telaga yang mulai mengering ku hujamkan sebuah rasa kepadamu. Aku sedang linglung (seperti habis berperang melawan seribu kadal) dan bingung (seperti orang diare yang tengah berada di bus kota non toilet, harus kemana di buang cairan yang menurut penelitian sanggup memberikan efek mengosongkan perut jika melihatnya.) plus lagi gelisah (ditemani nyamuk yang dengan kejamnya mau memperkosaku). Kau yang membuatnya. Berhari-hari aku datang ke rumahmu untuk itu. Tapi aku tak berani karena mungkin memang nyaliku ciut (seperti keledai yang mabok kedelai). Dan aku sering ke rumahmu. Celingak celinguk gak tahu apa yang harus kulakukan, kayak maling yang mau ngintip ayam bercinta setelah itu di curinya. Sampai saatnya kau mau ku ajak ke tempat itu. Aku seperti seorang yang sedang mencari cinta. Lebih tepatnya seperti serial Mbangun Desa dengan tema : *xxxxxx* mencari cinta dengan Sutradara Andi dwi HAndoko. Kerenkan! tapi bukan aku aktornya. Jujur dalam lubuk hatiku aku nggak rela jika aku di panggil dengan nama *xxxxxx*. Nulis kayak gini aja aku terpaksa (seperti diteror bencong untuk membuka celanaku). Dan ku katakan sebuah pernyataan aku mencintaimu dan tak ingin kau kau menjadi kekasihku. (aneh juga kalau gitu, berarti benar lagu2 dengan lirik “bahwa cinta tak harus miliki” dan aku sendiri yang ngebuktiinnya)

Dalam rajutan mimpiku, kau juga sering hadir di sela-selanya dan aku pun MB (jangan berpikir jorok dulu ya…!). maksudnya Mimpi Bersamamu gictu loh. Tapi kayaknya kebanyakan Mimpi yang tidak enak bagiku (bukan karena aku mimpiin kamu jadi monyet atau mak lampir). Contohnya pada suatu Mimp i (maksudnya salah satu dari mimpiku) kau berjalan berdua bersamaku di sebuah trotoar (kayaknya ngambil settingnya di Jogja). Tapi di sana kau bertemu teman-temanmu, dan tragisnya aku ditinggalin sendiri tanpa pamit alias di cuekin. Dalam Mimpi ya aku pasrah saja dan menerima opo anane. Tapi di alam nyata, setelah aku sadar dari mimpiku, dalam hati aku ngumpat ancrit lu!ya Sebetulnya masih ada umpatan lain seperti Jancuuk, ndlegxx, asx dll (maaf disensor karena takutnya setelah baca kau juga ngumpat kayak gitu ke aku)

Tapi ada satu Mimpi yang aku tak mau lupakan cz romantis banget dan mungkin tak pernah menjadi suatu kenyataan( kayaknya bukan mungkin lagi, tapi pasti nggak mungkin). Aku Mimpi kau menciumku.tapi aku lupa yang nyium tuh aku apa kamu.yang penting aku ngimpi kita ciuman. Setelah aku bangun dan sadar aku ngucap “alhamdulillah Mimpi yang baik”. Serasa aku baru saja di guyur sejuta embun yang sejuk setelah aku berkembara ngitungin kaktus di gurun sahara. Ya tapi bolehkan ngimpiin aku di cium kamu atau aku nyium kamu. Masak Mimpi kayak gitu harus ijin ma kamu dulu. Takutnya kalau minta ijin harus tanda tangan di atas materai. Lagi bokek nich.

Aku mungkin terlahir sebagai lelaki yang penuh dengan harapan, namun tetap saja harapan itu hanya sebuah angan. Seperti harapan untuk di cintai para seleb kayak nia ramadhani, agnes, intan nuraini, dian sastro dll, tapi ya mana mungkin, kau saja yang sejelek itu tak pernah mencintaiku, apalagi mereka.

Dan sepertinya aku terlahir sebagai laki2 yang romantis dalam artian seperti RObot MAkaN peTIS. Kaku dan mesa'ake. Dan sebuah harapan nyata diriku yang terlahir 19 tahun yang lalu dari pasangan yang tak kalah romantis. Pengin menjadi seorang sastrawan. Wuiiiih kayak Chairil anwar atau pramudya ananta toor. Tapi juga harus menjalani cita2 wajib yang tak pernah terbayang dalam benakku sesuai kuliah yang aku ambil, jadi guru Bahasa dan Sastra. Aku ngerasa aku sudah jadi sastrawan ketika aku selesai merampungkan sebuah karya sastra. Tapi itu setelah selesai ngebuat. Keesokan harinya setelah ku baca lagi, malah seperti tulisan anak SD dengan judul Berlibur di Rumah Nenek atau Berkebun jagung. Uh susah emang, apalagi gak punya computer. Sering juga berhayal pergi ke suatu tempat terus tau2 ada orang yang memberikan seperangkat PC ke aku lebih2 Note book. Uhh…enak ya berhayal.

Dan tak lebih pentingnya aku seperti SAKIT ½ JIWA (baca novel karya Endang Rukmana yang judulnya kayak gitu). Walaupun ada seorang cewek yang mengikat jiwaku, tapi sepertinya aku kehilangan 1/2 jiwaku, maka dapat di tarik kesimpulan (bukan simpul kolor) bahwa aku sakit ½ jiwa. Aku harus menunaikan tugas suci untuk menemukan ½ dari jiwaku. Aku harus berpetualang dan menemukan ½ jiwaku + cintaku. Dari firasat yang aku peroleh, sepertinya aku harus bertualang ke tanah jogjakarta . Di sana aku mempunyai firasat ada ½ jiwaku dan seorang putri yang pernah terlahir di sana dan pasti dia adalah cintaku. Bahkan tepat di hari jumat 04 agustus 2006 ya benar 04 agustus 2006 aku nyiptain lagu berjudul “Jogja aries '88”. Bagiku kota jogja adalah kota yang penuh kenangan, impian dan harapan. Ni liriknya, kapan2 kalau mau tak nyanyiin :

jogja “aries 88”

hingga di sudut kota itu aku termenung menyapa sepi

tak tertinggalkan mimpi aku berdiri sendiri

sapa lembut wajahmu di sisi membekas jauh lubuk hatiku

tergontai langkah menuju kotamu

tatap indah bola matamu

menembus jantung hatiku

menyeretku ke dalam pelukmu pujaan hatiku

kembalilah ke kotamu jika itu jalanmu

temukan kebahagiaanmu di sana

penuh kenangan

penuh impian

penuh harapan

jogjamu

kan ku temui kau di sana

kan ku bawa segenggam rindu

menghapus peluhku

datang ke kotamu

hembusan angin malam itu membelai indah rambutmu

tertatih langkahku memandang dirimu

titik tetes air hujan membasahi simpang jalan

saat kita berdua berjalan menjemput mimpi

"kenangan bersamamu tak terhapuskan waktu

saat bermimpi penuh harapan di kotamu"

Banyak cewek yang aku taksir ( bukan seperti kamu yang katanya tak mudah jatuh cinta) tapi emang Cuma naksir doank tak sepenuhnya cinta. Ya harus seleksi dulu donk, jangan2 malah milih bencong, malah brabe Jadinya nanti.

Dan inilah tipe2 cew yang sepertinya aku idam2kan:

Yang utama adalah seiman.

1. kualitas fisik standard dan diutamakan yang up standard.

2. memahami aku yang super jelek ini( tidak malu jika aku di kenalkan ma temen&keluarganya.)

3. sehobby. Terutama dalam bersastra,(aku yang ciptain puisi dia yang deklamasikan. Asyikkan?)

4. mempunyai suara yang bagus.(kalu dia membangunkanku dari tidur, selalu menggunakan alunan merdunya di sambut lembut kecupannya.)

5. ngerti keadaan kantongku (kalau makan ya nggak usah di café (terlebih jangan ke Hugges) atau restoran cepat saji, cukup di hik saja atau warung dengan judul POK WE alias Njipok Dewe)

6. Cinta Alam ( nanti kuajak nyari kodok di sawah, nyari jangkrik atau bahkan mandi di kali sambil mandiin kambing) dan kasih sesama manusia.

7. dll yang kusuka (ini lebih kompleks)

Tak kalah penting aku nyari cewek yang ngertiin dan saling terbuka kepada aku untuk tak jadikan temen, temen deket, adik dan pacar (limited edition)

Tapi setelah baca semua ini kamu jangan bilang kalau jiwaku semua sakit ya! Sebetulnya Cuma setengah saja yang sakit. Dan jangan tersinggung. Tau nggak aku ngetik ini tanpa sarapan terlebih dahulu. Dan penginnya untuk diterusin, tapi ya kalau di terusin aku bisa pingsan di sini.

Udah ya dear jelek!

Salam hatiku kan menemani langkahmu.

MERDEKA!!!!!!!!!

Ai leppyu dear….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Catatan: "isi email te;lah mengalami editing untuk menghindari hal2 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari"




Kadang Cinta bagai sebuah bintang , bercahaya, indah, damai dilihat, senang jika memandang, namun di balik segalanya itu, dy hanya bisa di pandang tanpa harus bisa kita dapatkan, hanya langit yang merengkuh dengan sayap birunya.







NB : tanggal pada foto tidak valid.



























































































































































































































*Pada suatu malam, ada seorang putri yang kesepian dan sulit tidur. Ia lelah. Seharian hanya sedikit istirahat. Lalu ada seorang pangeran yang mendengar keluhan sang putri. Pangeran mengepakkan tangan menjadi sayap dan terbang ke istana sang putri. Sang putri bahagia karena tak lagi kesepian. Ia ditemani pangeran dengan sejuta sajak sampai ia terlelapdengan mimpi indah. Dan pagi datang, Sang putri membuka mata. Dengan ceria ia membaca sepenggal sajak pagi.


**Sepenggal sajak pagi terucap seiring embun menghias sunyi

Teriring sayup kelopak mata menutup lembar mimpi

Terpendar jauh dalam batin menjadi alur kisah hidup

Berharap sepenggal sajak pagi terlukis abadi di dalam hati

met pagi......................!



* sent : 01-08-07 23:39

** sent : 02-08-07 05:53

Assalamualaikum,



Gw datang kembali di bulan agustus. Sebetulnya kemarin tanggal 1 agustus gw dah ngetik buat posting di blog ini, bahkann udah siap dipublikasikan. Cz gw ngetik langsung di menu posting, maka tulisan gw tu gak gw simpen. Nah pada saat mo masukin/posting ke blog internetnya error, aduh gw pusing bgt, udah ngetik capek2 ternyata tulisan selamat datang agustus yang kemarin raib entah kemana. Uuuuh cape dech.! Yah semoga ajah di bulan agustus ini penuh dengan semangat, kan ini dalam menyambut hari kemerrdekaan RI yang jatuh tanggal 17 ntar. Yah pokoknya semua harus semangat. Jangan patah semangat. Walau kegagalan sering di depan mata, tapi kita harus bersemangat untuk lebih maju. Dan untuk seseorang, Risty, Yah kegagalan adalah awal untuk meraih keberhasilan (cuma meniru apa kata orang banyak). Klo Loe udah merasa ngelakuin hal yang terbaik dan hasilnya tak sesuai harapan loe, loe harus hadapinya dengan tenang dan sabar. Kayak laggunya Dewa 19 tu lho "Hadapi Dengan Senyuman". Senyum membawa keindahan di dunia ini. Bayangpun klo tak ada senyum? yah di dunia ini hanya muram seperti kebiasaan andixjelek ini.(tapi udah gw usahain untuk selalu tersenyum). Bulan agustus adalah bulan yang penuh semangat, maka bersemangatlah.Chayooooooooooooooooooooooooooo.......!