Dear "jelek"…………!!!!
Aiiiii lepyuuuu….dear….!
Sudah saatnya mentari menyembulkan sinarnya diantara ribuan dongeng embun pagi. Sudah saatnya aku berpijar seperti bintang yang tertelan malam. sudah saatnya mataku terbuka untuk menikmati cerah dunia di atas segala sepi dan kesendirianku.
Dear, apa yang kan kau katakan jika melihat sesosok di depanmu? Dan dia adalah aku dengan muka yang penuh pengharapan koreksi darimu. Apakah aku menyebalkan seperti monyet yang selalu mengikutimu untuk mendapatkan sesisir pisang goreng khas bali (emang khas bali ya?). Apakah aku seperti Nikolas Saputra yang terlebih dahulu di gencet Gilingan padi seribu kali dan di tumbuk halus pakai alu buyutku di tambah lagi di gamprat kereta api dengan kecepatan 250 km/jam. Kau pernah berkata sekarang kau tak suka dari pada puisi. Aku pun juga begitu, sekarang aku malas untuk membuat puisi. Tapi aku tetap senang untuk menghargai sebuah karya berupa puisi. Puisi mengajarkanku untuk terbuka terhadap apa yang aku alami. Dan mungkin kau belum pernah membaca puisi teromantisku. Coba simak baik-baik ya…!
Kau adalah Bidadari di balik pualam senja
Kau adalah galih kehidupanku
Mengitari langit biru dan tertawa bersama riuh ombak pantai
Kau adalah sekelumit pagi yang datang bersama desis embun
Dan kau adalah bintang yang bersinar di langit
Dan terbang bersama astronot seperti Neil Amstrong atau doraemon
Membawa bulan yang bisa ngomong dan Matahari yang bisa di diskon sampai 67,23%.
Kau adalah kail nelayan yang menangkap ikan yang sedang bercumbu di balik karang(lagi asik2 kok malah di ganggu, coba kamu yang di ganggu?)
Dan lihatlah seperti apa aku?
Aku seperti punguk yang merindukan rembulan
Melas!(seperti kodok yang tergencet sepatu roda di tengah alun-alun)
Cemberut(seperti cowok yang menahan kentut ketika apel malam minggu)
Bertekuk lutut(seperti Jojon yang takut di peluk gorilla raksasa)
Dan aku seperti halilintar yang tak pernah mengharapkan datang hujan( gak nyambung dodol)
Seperti kelabu di suatu senja kau menangis (pakai bahasa Indonesia dengan baik dan benar donk)
Tak kau sadari betapa aku mengharapkan bintang keabadian
Dan aku belum juga menemukannya.
Aku ingat masa lalu ketika di sebuah senja yang datang bersama merah marunnya (eh belum dink cz mentari masih bersinar cerah, tapi lupa ah..)
Di sebuah telaga yang mulai mengering ku hujamkan sebuah rasa kepadamu. Aku sedang linglung (seperti habis berperang melawan seribu kadal) dan bingung (seperti orang diare yang tengah berada di bus kota non toilet, harus kemana di buang cairan yang menurut penelitian sanggup memberikan efek mengosongkan perut jika melihatnya.) plus lagi gelisah (ditemani nyamuk yang dengan kejamnya mau memperkosaku). Kau yang membuatnya. Berhari-hari aku datang ke rumahmu untuk itu. Tapi aku tak berani karena mungkin memang nyaliku ciut (seperti keledai yang mabok kedelai). Dan aku sering ke rumahmu. Celingak celinguk gak tahu apa yang harus kulakukan, kayak maling yang mau ngintip ayam bercinta setelah itu di curinya. Sampai saatnya kau mau ku ajak ke tempat itu. Aku seperti seorang yang sedang mencari cinta. Lebih tepatnya seperti serial Mbangun Desa dengan tema : *xxxxxx* mencari cinta dengan Sutradara Andi dwi HAndoko. Kerenkan! tapi bukan aku aktornya. Jujur dalam lubuk hatiku aku nggak rela jika aku di panggil dengan nama *xxxxxx*. Nulis kayak gini aja aku terpaksa (seperti diteror bencong untuk membuka celanaku). Dan ku katakan sebuah pernyataan aku mencintaimu dan tak ingin kau kau menjadi kekasihku. (aneh juga kalau gitu, berarti benar lagu2 dengan lirik “bahwa cinta tak harus miliki” dan aku sendiri yang ngebuktiinnya)
Dalam rajutan mimpiku, kau juga sering hadir di sela-selanya dan aku pun MB (jangan berpikir jorok dulu ya…!). maksudnya Mimpi Bersamamu gictu loh. Tapi kayaknya kebanyakan Mimpi yang tidak enak bagiku (bukan karena aku mimpiin kamu jadi monyet atau mak lampir). Contohnya pada suatu Mimp i (maksudnya salah satu dari mimpiku) kau berjalan berdua bersamaku di sebuah trotoar (kayaknya ngambil settingnya di Jogja). Tapi di sana kau bertemu teman-temanmu, dan tragisnya aku ditinggalin sendiri tanpa pamit alias di cuekin. Dalam Mimpi ya aku pasrah saja dan menerima opo anane. Tapi di alam nyata, setelah aku sadar dari mimpiku, dalam hati aku ngumpat ancrit lu!ya Sebetulnya masih ada umpatan lain seperti Jancuuk, ndlegxx, asx dll (maaf disensor karena takutnya setelah baca kau juga ngumpat kayak gitu ke aku)
Tapi ada satu Mimpi yang aku tak mau lupakan cz romantis banget dan mungkin tak pernah menjadi suatu kenyataan( kayaknya bukan mungkin lagi, tapi pasti nggak mungkin). Aku Mimpi kau menciumku.tapi aku lupa yang nyium tuh aku apa kamu.yang penting aku ngimpi kita ciuman. Setelah aku bangun dan sadar aku ngucap “alhamdulillah Mimpi yang baik”. Serasa aku baru saja di guyur sejuta embun yang sejuk setelah aku berkembara ngitungin kaktus di gurun sahara. Ya tapi bolehkan ngimpiin aku di cium kamu atau aku nyium kamu. Masak Mimpi kayak gitu harus ijin ma kamu dulu. Takutnya kalau minta ijin harus tanda tangan di atas materai. Lagi bokek nich.
Aku mungkin terlahir sebagai lelaki yang penuh dengan harapan, namun tetap saja harapan itu hanya sebuah angan. Seperti harapan untuk di cintai para seleb kayak nia ramadhani, agnes, intan nuraini, dian sastro dll, tapi ya mana mungkin, kau saja yang sejelek itu tak pernah mencintaiku, apalagi mereka.
Dan sepertinya aku terlahir sebagai laki2 yang romantis dalam artian seperti RObot MAkaN peTIS. Kaku dan mesa'ake. Dan sebuah harapan nyata diriku yang terlahir 19 tahun yang lalu dari pasangan yang tak kalah romantis. Pengin menjadi seorang sastrawan. Wuiiiih kayak Chairil anwar atau pramudya ananta toor. Tapi juga harus menjalani cita2 wajib yang tak pernah terbayang dalam benakku sesuai kuliah yang aku ambil, jadi guru Bahasa dan Sastra. Aku ngerasa aku sudah jadi sastrawan ketika aku selesai merampungkan sebuah karya sastra. Tapi itu setelah selesai ngebuat. Keesokan harinya setelah ku baca lagi, malah seperti tulisan anak SD dengan judul Berlibur di Rumah Nenek atau Berkebun jagung. Uh susah emang, apalagi gak punya computer. Sering juga berhayal pergi ke suatu tempat terus tau2 ada orang yang memberikan seperangkat PC ke aku lebih2 Note book. Uhh…enak ya berhayal.
Dan tak lebih pentingnya aku seperti SAKIT ½ JIWA (baca novel karya Endang Rukmana yang judulnya kayak gitu). Walaupun ada seorang cewek yang mengikat jiwaku, tapi sepertinya aku kehilangan 1/2 jiwaku, maka dapat di tarik kesimpulan (bukan simpul kolor) bahwa aku sakit ½ jiwa. Aku harus menunaikan tugas suci untuk menemukan ½ dari jiwaku. Aku harus berpetualang dan menemukan ½ jiwaku + cintaku. Dari firasat yang aku peroleh, sepertinya aku harus bertualang ke tanah jogjakarta . Di sana aku mempunyai firasat ada ½ jiwaku dan seorang putri yang pernah terlahir di sana dan pasti dia adalah cintaku. Bahkan tepat di hari jumat 04 agustus 2006 ya benar 04 agustus 2006 aku nyiptain lagu berjudul “Jogja aries '88”. Bagiku kota jogja adalah kota yang penuh kenangan, impian dan harapan. Ni liriknya, kapan2 kalau mau tak nyanyiin :
jogja “aries 88”
hingga di sudut kota itu aku termenung menyapa sepi
tak tertinggalkan mimpi aku berdiri sendiri
sapa lembut wajahmu di sisi membekas jauh lubuk hatiku
tergontai langkah menuju kotamu
tatap indah bola matamu
menembus jantung hatiku
menyeretku ke dalam pelukmu pujaan hatiku
kembalilah ke kotamu jika itu jalanmu
temukan kebahagiaanmu di sana
penuh kenangan
penuh impian
penuh harapan
jogjamu
kan ku temui kau di sana
kan ku bawa segenggam rindu
menghapus peluhku
datang ke kotamu
hembusan angin malam itu membelai indah rambutmu
tertatih langkahku memandang dirimu
titik tetes air hujan membasahi simpang jalan
saat kita berdua berjalan menjemput mimpi
"kenangan bersamamu tak terhapuskan waktu
saat bermimpi penuh harapan di kotamu"
Banyak cewek yang aku taksir ( bukan seperti kamu yang katanya tak mudah jatuh cinta) tapi emang Cuma naksir doank tak sepenuhnya cinta. Ya harus seleksi dulu donk, jangan2 malah milih bencong, malah brabe Jadinya nanti.
Dan inilah tipe2 cew yang sepertinya aku idam2kan:
Yang utama adalah seiman.
1. kualitas fisik standard dan diutamakan yang up standard.
2. memahami aku yang super jelek ini( tidak malu jika aku di kenalkan ma temen&keluarganya.)
3. sehobby. Terutama dalam bersastra,(aku yang ciptain puisi dia yang deklamasikan. Asyikkan?)
4. mempunyai suara yang bagus.(kalu dia membangunkanku dari tidur, selalu menggunakan alunan merdunya di sambut lembut kecupannya.)
5. ngerti keadaan kantongku (kalau makan ya nggak usah di café (terlebih jangan ke Hugges) atau restoran cepat saji, cukup di hik saja atau warung dengan judul POK WE alias Njipok Dewe)
6. Cinta Alam ( nanti kuajak nyari kodok di sawah, nyari jangkrik atau bahkan mandi di kali sambil mandiin kambing) dan kasih sesama manusia.
7. dll yang kusuka (ini lebih kompleks)
Tak kalah penting aku nyari cewek yang ngertiin dan saling terbuka kepada aku untuk tak jadikan temen, temen deket, adik dan pacar (limited edition)
Tapi setelah baca semua ini kamu jangan bilang kalau jiwaku semua sakit ya! Sebetulnya Cuma setengah saja yang sakit. Dan jangan tersinggung. Tau nggak aku ngetik ini tanpa sarapan terlebih dahulu. Dan penginnya untuk diterusin, tapi ya kalau di terusin aku bisa pingsan di sini.
Udah ya dear jelek!
Salam hatiku kan menemani langkahmu.
MERDEKA!!!!!!!!!
Ai leppyu dear….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Catatan: "isi email te;lah mengalami editing untuk menghindari hal2 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari"