oleh: Andi Dwi Handoko

Dilarang mencontek ketika ujian!”. Kalimat larangan inilah yang biasanya dikatakan guru/pengawas ketika ujian sekolah sedang berlangsung. Pada umumnya orang-orang sudah terbiasa mengucapkan kata “mencontek”.

Kata “mencontek” adalah kata yang sudah mendarah daging yang mengacu pada makna seseorang yang menjiplak/meniru pekerjaan teman atau membuka buku/materi secara sembunyi-sembunyi ketika ujian.

Secara kelancaran komunikasi, orang pasti tahu apa makna kata “mencontek”. Namun, yang menjadi persoalan, ternyata kata “mencontek” adalah yang tidak baku. Banyak orang yang mengira kata “mencontek” adalah bentukan dari imbuhan “men(N)-“ yang bertemu kata “contek”. Padahal, kata “contek” termasuk salah satu kata yang tidak baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kata yang baku adalah “menyontek” sehingga kalimat larangan yang tepat untuk digunakan adalah “Dilarang menyontek ketika ujian!”. Kata “menyontek” berasal dari kata “sontek” yang mendapatkan imbuhan “men(N)-“. Dalam kamus Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “sontek/menyontek” mempunyai arti: mengutip (tulisan dsb) sebagaimana aslinya; menjiplak.”

Dimuat Solopos edisi Kamis, 14 Juli 2011, Halaman : 6

Comments (0)